Afni Usulkan KITB Kembali Berstatus PSN dan Revitalisasi Istana Siak


Rabu, 24-6-2026


Afni Usulkan KITB Kembali Berstatus PSN dan Revitalisasi Istana Siak

JAKARTA--Bupati Siak, Dr Afni Zulkifli MSi, terus mendorong percepatan pembangunan daerah dengan mengusulkan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) kembali masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) serta mengajukan revitalisasi Istana Siak kepada pemerintah pusat.


Usulan tersebut disampaikan Afni saat bertemu Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dida Gardera, di Jakarta, Selasa (23/6/2026).


Menurut Afni, pertemuan itu membahas dua agenda utama, yakni pengusulan kembali KITB sebagai PSN dan dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor pariwisata melalui revitalisasi Istana Siak.


“Kami berharap Kawasan Industri Tanjung Buton dapat kembali berstatus Proyek Strategis Nasional. Pada 2018 kawasan ini sempat menjadi PSN, namun status tersebut tidak lagi disandang sejak 2019,” ujarnya.


Afni menjelaskan, berdasarkan hasil pembahasan dengan Kemenko Perekonomian, KITB dinilai telah memenuhi sejumlah persyaratan untuk kembali diusulkan sebagai PSN.


Salah satu syarat utama adalah ketersediaan lahan minimal 50 hektare. Saat ini KITB memiliki lahan berstatus clear and clean dengan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) seluas sekitar 600 hektare, sementara total kawasan mencapai lebih dari 3.000 hektare.


Selain itu, kawasan tersebut memiliki posisi strategis karena berada dekat Selat Malaka dan didukung akses jalan nasional yang telah terhubung langsung ke kawasan industri.


“Jika kembali berstatus PSN, berbagai aspek seperti pembangunan infrastruktur, perizinan, perpajakan hingga AMDAL akan lebih mudah. Kondisi ini tentu akan meningkatkan daya tarik investasi,” katanya.


Meski belum berstatus PSN, Afni menyebut KITB telah mulai menarik minat investor. Saat ini telah beroperasi investasi galangan kapal senilai sekitar Rp300 miliar dan dalam waktu dekat akan diresmikan investasi baru senilai Rp1 triliun.


“Kepercayaan investor mulai tumbuh. Ini menjadi modal penting bagi pengembangan kawasan industri ke depan,” ujarnya.


Selain sektor industri, Afni juga meminta perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan pariwisata Siak, khususnya revitalisasi Istana Siak sebagai salah satu ikon sejarah dan budaya Melayu di Indonesia.


Menurutnya, selama ini program revitalisasi destinasi wisata nasional lebih banyak difokuskan pada kawasan tertentu, sementara Siak memiliki potensi yang tidak kalah besar dari sisi sejarah, budaya, maupun aksesibilitas.


“Kami menjelaskan bahwa Siak memiliki nilai sejarah yang kuat, budaya yang kaya, letak geografis yang strategis, serta daya tarik wisata yang layak mendapat perhatian pemerintah pusat,” katanya.


Dalam pertemuan tersebut, Kemenko Perekonomian meminta Pemerintah Kabupaten Siak segera menyiapkan proposal dan dokumen pendukung agar kedua usulan tersebut dapat dikawal masuk dalam prioritas pembangunan nasional.


“Kami diminta segera melengkapi bahan dan proposal pendukung. Insya Allah akan kami tindak lanjuti agar dapat masuk dalam skala prioritas pemerintah pusat,” tutup Afni.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT